Pendapat yg berbeda memang sah sah saja

Asal tahu saja, aku juga sangat benci hal itu (kita di bodohkan, budaya kita di curi), memang kelihatan seperti munafik
Terus terang aku menulis seperti itu untuk meredam gejolak yg timbul, dimana keadaan yg panas ini, meskipun dari aliran bawah (para blogger) lama lama bisa membuat hubungan kedua negara ini hancur. kalo negara ini ribut terus siapa yg rugi? kita kita juga kan, misal sampai terjadi perang, Malaysia di bantu oleh "induknya" Inggris, meskipun Kita negara yg "besar" mau gak mau pasti juga repot dan kehidupan kita pasti akan terganggu pula, bagaimana kalo sampai kena wajib militer? bagaimana kalo kita diharuskan pula ikut berperang? dll lah siapa yg rugi, Kalo semuanya mungkin terjadi dan semuanya bisa di cegah (meskipun hanya lewat tulisan) kenapa tidak kita cegah?
Kalo dari masing masing kita menanamkan kebencian dan posting kebencian terhadap mereka bukan tidak mungkin lama kelamaan semua blogger indonesia akan posting seperti itu (beruntunglah kalian yg gak punya blog dan gak suka blog walking)
Maaf Kalo aku berusaha Arif tapi di bilang sok

sama halnya Seperti orang yg berbuat suci tapi di bilang sok suci, Kata kata itu seolah olah mengatakan bahwa mencoba berbuat Arif dan suci itu jelek, dilarang

Kenapa saya malu? ya karena saya masih punay malu
Kasus Reog Angklung dll yg dianggap kebudayaan Malaysia memang sangat memalukan, bisa kita bilang mereka sama sekali tidak menghargai kita, negara asal kebudayaan tersebut. merke tak beradab dengan menklaim itu semua (meskipun mereka bilang tidak)
Kalo di pikir kembali hal itu juga ada sebabnya, Lihat diri sendiri (gak usah jauh jauh) sesering apakah kita nguri uri kebudayaan kita? kapan kita mendengarkan musik keroncong? yg di malaysia di negara bagian penang (kalo tidak salah ingat) Rajanya memerintahkan musik keroncong di putar di radio sampai jam 2 pagi tanpa di selingi iklan. sesering apakah kita lihat reog? (lihat saja gak usah main) yg di sana di pelajari dan di dimainkan di sana, meskipun itu oleh orang Indonesia yg telah menetap disana. kita lebih suka pergi ke timezone daripada bermain Dakon, lebih suka makan di MCD daripada makan rendang, gudeg atau makanan pribumi lainnya.
kapan terakhir kita melihat wayang kulit? bermain angklung atau alat musik tradisional lainnya? pergi ke museum melihat sejarah kita? Kalo aku pribadi berani bilang, hampir tidak pernah 10th terakhir ini.
Memang, kalo kita lihat pemerintah terkesan setengah setengah menanggapi hal ini. saya memang sok arif dan akan selalu belajar untuk bisa arif, dan kebetulan sebelum saya menuliskan apa yg telah saya tulis (disini maupun di blog) saya sudah membaca di mana mana, baik blog indonesia maupun blog malaysia, baik itu yg pro maupun kontra, baik yg berbahasa indonesia maupun berbasa Malaysia ataupun Ingris sekalipun. ya memang masih bisa di hitung dengan jari sih, tetapi sebagian besar dari mereka memang isinya hanya saling ejek, saling hina, apa ya bisa kita hidup dalam iklim seperti itu? apa ya bisa kita selalu hidup dalam ejek ejekan? (beda dengan yg tidak peduli loh ya)
Mungkin anda berfikir saya diam, seperti seorang pengecut yg bersembunyi lewattulisan dan tidak berani melawan, dengan membiarkan mereka mengejek kita tapi kita tidak balas, saya hanya mencotoh apa yg telah di contohkan Oleh Baginda Nabi kita, Beliaupun tidak akan membalas mereka yg telah melempariNya dengan batu, tidak akan balas mereka yg telah meludahi Beliau, tapi malah menolongnya ketika mereka jatuh. Maaf saya sangat jauh dari hal itu, terus terang masih ada rasa sakit hati dan benci saya juga terhadap mereka yg menyakiti kita, tapi saya hanya berusaha dan berusaha untuk tidak membalas perlakuan mereka (meski tidak langsung kepada saya) dengan balasan yg serupa. Ya mungkin sebagian orang menganggap ini PENGECUT, BODOH, saya lebih suka meredam kemarahan mereka dengan tulisan saya, karena saya berfikir ada pihak pihak yg sudah berkompeten untuk menyelesaikan semua hal itu, yaitu pemerintah, jadi kita ributpun juga tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan menambah masalah.
Ya saya sendiri sadar, tidak semua orang Malaysia jahat, tidak semuanya adalah maling, karena mereka juga seperti kita, ada sebagian yg cinta damai, ada sebagian dari mereka yg suka ribut, ada sebagian mereka juga yg tidak suka temannya SOK ARIF SOK SUCI dan SOK NASIONALIS.. ada juga yg berusaha mendamaikan suasana meski terkadang tidak terkesan apa apa, wong yo podo wae menungsane kok heheheh
perbedaan boleh boleh saja, tapi kepala harus tetap dingin

*siap siap jumatan*